Rabu, 21 Maret 2012

Divisi               : Lingkungan Hidup
Organisasi       : MADIPALA FIP UNM
MADIPALA.JPG





MAKALAH LINGKUNGAN HIDUP
“Bootani dan Zoologi”


DISUSUN
OLEH

NAMA           : KHAERUN NISA’A TAYIBU
DIVISI           : LINGKUNGAN HIDUP


MAHASISWA PECINTA ALAM PENDIDIKAN (MADIPALA)
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2012

BAB 1
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Kegiatan alam terbuka (KAT) merupakan kegiatan yang penuh dengan tantangan dan resiko. Oleh karena itu, para penggiat seharusnya telah dibekali dengan pengetahuan-pengetahuan dasar mengenai KAT guna kelancaaran dan keberhasilan kegiatan tersebut. Adapun pengetahuan-pengetahuan tersebut antara lain, Persiapan Perjalanan Alam Terbuka (PPAT), Mountaineering, Navigasi Darat, Botani dan Zoologi Praktis, dan Survival, yang kesemuanya saling berkaitan.
Aktivitas di alam terbuka sering memunculkan situasi darurat. Tersesat, terhadang cuaca yg buruk, atau kehabisan bekal. Hal tersebut akan memunculkan kekhawatiran. Namun, tumbuhan liar hutan menyediakan aneka daun, buah, umbi, batang yang bisa dimakan, asalkan kita mengenal ciri ciri-cirinya. para pecinta alam biasanya menempuh rimba atau mendaki gunung, pasti kenal dengan istilah survival, yaitu upaya untuk bisa bertahan hidup di alam liar. Pengetahuan survival wajib dikuasai oleh para petualang untuk menghadapi situasi darurat lantaran kehilangan orientasi atau kehabisan bekal.
Kiat hidup darurat ini penting, dikarenakan alam kerap sulit diprediksi perilakunya, walaupun sejak awal kita telah mempersiapkan segala sesuatu secermat mungkin. Misalnya peta lokasi, kompas, global positioning system (alat untuk mengetahui posisi sesaat dengan bantuan satelit), alat komunikasi (HT, HP), bekal, dan obat-obatan. Namun tetap saja kita akan dihadapkan pada situasi yang sulit.
Namun, dalam hal ini penulis tidak menekankan pada aspek survival itu sendiri namun lebih spesifik ke Bootani dan Zoologi. Mempelajari botani dan zoology praktis dianggap penting untuk lebih mengenal jenis tumbuhan dan hewan yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan darurat (survival food) atau obart-obatan. Selain itu, kita dapat mengenal jenis tumbuh-tumbuhan dan hewan yang harus dijauhi karena beracun, berbisa, atau dapat mengancam keselamatan jiwa. Hal ini penting karena alam Tropis memiliki karakteristik yang berbeda dengan alam Sub Tropis.

B.       Rumusan Masalah
Adapun Rumusan Masalah yang akan dicapai dalam pembuatan makalah ini adalah :
1.      Apakah ruang lingkup Bootani praktis dalam sistem bertahan hidup di alam terbuka ?
2.      Apakh ruang lingkup Zoologi praktis dalam sistem bertahan hidup di alam terbuka ?
C.      Tujuan
Dalam pembuatan Makalah ini terdapat tujuan yang akan dicapai yaitu sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui ruang lingkup Bootani praktis dalam sistem bertahan hidup di alam terbuka ?
2.      Untuk mengetahui ruang lingkup Zoologi praktis dalam sistem bertahan hidup di alam terbuka ?
D.      Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Sebagai bahan informasi bagi para pecinta alam dalam sistem bertahan hidup di alam terbuka.
2.      Memperkaya khasanah kepustakaan umumnya bagi pecinta alam dan khususnya bagi MADIPALA FIP UNM.
3.      Makalah ini dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan bagi pembaca dalam pembuatan makalah selanjutnya.



BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.      Bootani
Botani yaitu ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan, namun pada materi ini yang dibahas hanya yang berhubungan dengan kegiatan alam terbuka, yaitu bagaimana kita dapat memanfaatkan tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan kita, terutama pada keadaan survival.
Secara garis besar jenis tumbuhan dalam materi ini dapat dibedakan atas dua hal yaitu :
1.    Tumbuhan yang berguna (dapat dimakan, dipakai sebagai obat, mangandung air dll).
2.    Tumbuhan yang berbahaya (beracun).

A.    TUMBUHAN YANG BERGUNA
1.      Tumbuhan Yang Dapat Dimakan
bagian tumbuhan  yang dapat dimakan dan memberikan energi cukup adalah umbi, baik umbi batang  atau umbi akar. Setelah itu baru buah, biji dan daun.
Ciri-ciri umum tumbuhan yang dapat dimakan :
1.      Bagian tumbuhan yang masih muda (pucuk/tunas)
2.      Tumbuhan ynang tidak mengandung getah
3.      Tumbuhan yang tidak berbulu
4.      Tumbuhan yang tidak berbau kurang sedap
5.      Tumbuhan ynag dimakan oleh hewan mamalia
Langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila akan memakan tumbuhan :
1.      Makan tumbuh-tumbuhan yang sudah dikenal
2.      Makan jangan hanya satu jenis tumbuh-tumbuhan saja.
3.      Sebaiknya jangan makan tumbuh-tumbuhan yang buah bewarna ungu, karena dikhwatirkan mengandung racun alkaloid.
4.      Cara makan buah-buahan yang belum kita kenal adalah dengan mengoleskan sedikit ke bibir dan ditunggu reaksinya. Bila tidak ada rasa aneh (panas atau pahit) berarti cukup aman.
5.      Yang paling baik adalah dengan terlebih dahulu memasak bagian tumbuhan yang akan dimakan.
Contoh tumbuh-tumbuhan yang boleh dimakan :
1.      Umbi di dalam tanah : jenis dari talas, kentang, bengkuang dan paku tanah.
2.      Bagian batangnya : umbut muda pisang, sagu (empulur batangnya) paku tanah.
3.      Buah : kismis, kelapa, arbei hutan, konyal, nipah (terdapat dirawa).
4.      Biji : padi, jagung, biji rumput teki (di Madura), biji saninten yang sudah tua.
5.      Bunga : turi dan pisang.
6.      Daun : Rasamala, melinjo, babadotan, tespong, antanan.
2.      Tumbuhan Obat
Dapat dikelompokan menjadi dua :
a.  Di makan/diminum
Contoh :
1.      Bratawali (anamitra cocculus) tumbuhannya merayap terdapat di hutan/di kampung. Batangnya direbus rasanya pahit, kegunaannya untuk anti demam, anti malaria, pembersih luka, penambah nafsu makan.
2.      Keji beling/ngokilo (strobilateses) tumbuhan semak di hutan. Ambil daunnya dimasak untuk obat pinggang dan infeksi/keracunan pada pencernaan.
3.      Sembung manis (blumen balsmifira) jenis rumput-rumputan terdapat  
4.      dipadang rumput, yang banyak anginnya daunnya diseduh dengan air panas, dapat digunakan untuk sakit panas dan sakit perut.
a.    Tumbuhan obat luar
1.      Getah pohon kamboja, untuk menhilangkan bengkak, gosok getah pada bagian tubuh yang bengkak, biarkan 24 jam bersihkan dengan minyak kelapa kemudian dengan air hangat, juga untuk yang terkilir.
2.      Air godokan bratawali untuk mencuci luka, juga air batang pohon randu/kapok hutan.
3.      Daun sambiloto ditumbuk halus atau daun ploso yang juga ditumbuk untuk anti gigitan kalajengking.
4.      Kirinyu

3. Tumbuhan yang Mengandung Air
Untuk mendapatkan air dari tumbuhan dapat dilakuan dengan cara:
1.      Menyelubungkan ranting dan daunnya dengan sebuah kantong plastik yang ujungnya diikat, penguapan dari daun dapat menyebabkan pengembunan pada plastik bagian dalam.
2.      Mengumpulkan embun dari tumbuhan dengan menggunakan kain.
3.      Mengambil air dari batang Tumbuhan rambat seperti rotan dengan cara memotong bagian atas setinggi mungkin dan bagian bawah yang dekat dengan tanah, air tetesannya dapat langsung diminum.
4.      Mengambil air yang tertampung pada daun-daun yang lebar, misalnya pisang-pisangan dan talas-talasan biasanya setelah hujan atau embun di pagi hari. Pada ruas Bambu dan pada Kantung Semar, sebaiknya disaring dan dimasak dahulu karena sering terdapat serangga yang mati dan berbau.


Contoh Tumbuhanyang mengandung air :
1.      Tumbuhan beruas       : bambu, rotan, dll.
2.      Tumbuhan merambat : Lumut
3.      Kantung semar,
4.      kaktus dll.
5.      Akar pohon
4.   Tumbuhan sebagai Tempat Berlindung
Sebaiknya tempat berlindung (beristirahat) dialasi dengan dedaunan, dapat mencegah menghantarkan dingin langsung dari tanah, pohon tumbang dapat dijadikan sebagai tempat berlindung.
Contoh Tumbuhansebagi tempat berlindung :
Tumbuhan pembuat atap/perlindungan : daun nipah, aren, sagu dll.
5.    Tumbuhan Bahan untuk Menyalakan Api
Pada daerah yang lembab dan basah, sebelum menyalakan api, kumpulkan dalu ranting-ranting kecil yang kering sebagai penyala awal yang mudah terbakar, atau dengan cara mengiris setipis mungkin kayu yang ada hingga menjadi serpihan. Untuk membuat api, dapat dilakukan dengan cara menggesekkan bambu dengan bambu (kayu kering) yang keras secara konstan dan cepat (gerakan seperti menggergaji) hingga panas dan mengeluarkan asap, simpan bahan penyala dekat sumbur panas lalu gesek kembali hingga bahan penyala terbakar.

6.         Tumbuhan sebagai sarana kegiatan memasak.
Fasilitas di alam yang dapat digunakan sebagai sarana kegiatan memasak, seperti bambu atau kelapa yang masih muda yang dilubangi ujungnya, digunakan sebagai wadah memasak.

B.     TUMBUHAN BERBAHAYA (BERACUN)
Racun tumbuhan terdapat dalam akar, umbi, batang, ranting, daun, biji, dan bulu-bulu (trikoma). Racun tersebut dapat menyebabkan gatal-gatal pada kulit, dapat menyebabkan kebutaan jika terkena mata, bila masuk dalam peredaran darah dapat menyebabkan keracunan, atau dapat menyebabkan kita keracunan makanan melalui saluran pencernaan.
Adapun ciri-ciri tumbuhan yang beracun antara lain :
1.    Mempunyai getah seperti susu, biasanya beracun untuk dikomsumsi sebagai makanan.
2.    Buah-buahan yang warnanya menyolok, biasanya beracun untuk dikomsumsi sebagai makanan.
3.    Daun yang mempunyai bulu-bulu atau duri-duri halus, biasanya menimbulkan gatal-gatal.
Contoh tumbuhan yang beracun:
1.      Getah pohon paku putih dapat menyebabkan kebuataan.
2.      Getah pohon ranggas, ingas/semplop sangat berbahaya karena merusak jaringan.
3.      Getah jambu monyet, menyebabkan gatal-gatal.
4.      Buah aren mentah juga dapat menyebabkan gatal-gatal.
5.      Kecubung, beracun bila dimakan.
6.      Rarawean, dapat menyebabkan gatal-gatal dan pedih.
7.      Daun pulus, juga dapat menyebabkan gatal-gatal  dan panas.
8.      Si canti beracun.
Bila di hutan, anda menemukan jamur, sebaiknya jangan dimakan, karena sulit untuk membedakan mana jamur yang bisa dimakan dan mana yang beracun kecuali yang sudah ahli. Juga kadar kalori jamur sangat rendah, karena tubuh jamur banyak mengandung air.
Ciri Ciri-ciri jamur beracun :
1.    Mempunyai warna mencolok
2.    Baunya tidak sedap
3.    Bila dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning
4.    Sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan
5.    Bila diraba mudah hancur
6.    Punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya
7.    Tumbuh dari kotoran hewan
8.    Mengeluarkan getah putih 
Contoh jamur beracun :
1.      Amanita Phallolder berwarna putih kecoklatan, tidak mempunyai gelang, justru memiliki racun yang mematikan manusia.
2.      Amanita Verna  dan
3.      Amanita Verosa berwarna putih bersih memiliki racun yang mematikan.
Ketiga jamur ini bila dimakan, selama 30 menit kemudian akan menyebabkan perut sakit sekali. Bila tidak dirawat segera, 6 atau 8 jam kemudian akan mati.



B. Zoologi
Pengetahuan tentang hewan penting pula diketahui bagi para penggiat alam bebas. Dimana hewan dapat dimanfaatkan dalam usaha untuk menambah bahan makanan dan dapat dijadikan penanda ke sumber air. Oleh karena itu maka perlu juga diketahui mengenai perihal hewan-hewan dan kehidupan mereka. Cabang biologi yang mempelajari tentang hewan disebut Zoologi. Namun dalam materi ini hanya membahas mengenai peranan hewan bagi penggiat alam bebas.
Sebagaian besar hewan pada dasarnya dapat dimakan. Kesulitannya adalah bagaimana cara mendapatkannya. Untuk itu diperlu pengetahuan tentang habitat, dan tingkah laku hewan tersebut.
Untuk menangkap hewan diperlukan keberanian dalam mengambil keputusan, misalnya : hewan selalu mencari air untuk keperluan sehari-harinya. Apabila kita ingin mendapatkan bermacam hewan, harus menuju sumber air. Dalam hal ini kita akan dihadapkan pada satu masalah. Bila di dekat sumber air banyak hewannya berarti juga banyak hewan yang berbahaya bagi kita.
A.    HABITAT HEWAN
Habitat dapat diartikan sebagai tempat tinggal makhluk hidup Misalnya : ikan dapat dijumpai diair( sungai, danau dan laut ). Semakin tinggi permukaan tanah maka jenis hewan yang ada makin sedikit. Jadi kalau tersesat digunung dan ingin cari makan jangan terus naik kepuncak gunung, lebih baik turun. Prilaku hewanPrilaku tiap jenis hewan adalah khas, kapan kita akan menghindarinya dan kapan akan kita menangkapnya.pada musim kimpoi adalah yg paling tepat untuk menangkap mereka karena mereka biasanya mereka kurang peka terhadap lingkungan.burung yang pindah dari daerah dingin ke panas. Ular yg sedang menjaga telur atau anaknya akan lebih ganas.

B.     PERILAKU HEWAN
Perilaku setiap jenis hewan adalah khas. Kapan kita akan mudah menangkap suatu hewan, kapan harus menghindarinya. Pada musin kawin, hewan-hewan biasanya kurang peka terhadap sekelilingnya, saat seperti inilah yang baik untuk menangkapnya. Burung-burung pindah dari daerah dingin kedaerah panas. Ikan salem atau belut yang berpindah tempat disungai dan laut untuk bertelur. Ular yang menjaga telur/anaknya biasanya tambah ganas.

C.    JENIS-JENIS HEWAN
a.      Hal yang perlu diperhatikan :
1.      Jenis hewan tersebut
2.      Tempat hidup atau habitatnya
3.      Ukuran tubuhnya
4.      Makanannya
5.      Pola tingkah laku hewan tersebut.


b. Jenis hewan:
MOLUSCA ;
Sebangsa siput dan kerang. Siput dihutan hidup, di semak, pinggir kali dan karang hidup di saluran air atau terbenam dilumpur. Cara memasaknya direbus.

ANELIDA ;
Sebangsa cacing, Yang di bisa dimakan adalah cacing sondari disa dapat ditanah basah/dengan menggali tanah, disarang burung yang menempel dipohon, atau di tumbuhan  paku-pakuan. Cara mengolahnya buang isi perutnya, cuci bersih lalu panggang.
                            Lintah
a)         Untuk melepaskannya jangan ditarik karena bahaya akan infeksi
b)        Bisa mengunakan tembakau yang diairi lalu peras airnya diteteskan ke pacet tersebut atau sekar rokok.
c)         Bisa juga dengan garam yang ditaburi diatas lintah tersebut.



INSECTA :
Bangsa serangga. Belalang, jangkrik, ( buang kaki dan sayapnya lalu bakar ). Tempayak putih/kumbang pemakan kayu, biasanya ada dikayu yang sudah lapuk/mati caranya dibakar/digoreng. Laron/silaru bias dibakar/digoreng. Lebah/larvanya bisa dimanfaatkan, mendapatkannya mengasapi sarangnya tapi hati-hati.
Kalajengking dan lipan
merupakan hewan jenis insecta. Kalajengking biasanya hidup dibawah kulit kayu/batang pohon yang telah tumbang, dibawah batu. Hati-hati jika akan menggunakan sepatu biasanya kalajengking suka pada sepatu/alas kaki yang telah usang.
Gejala : luka kecil, berdarah/tidak, gatal-gatal dan nyeri ditempat luka dan bengkak.
Tindakan :
a)      pijit lah segera daerah sekitar luka dari arah pangkalnya, agar racunnya keluar dengan darah.
b)      Ikatlah bagian tubuh yang terkena gigitan tersebut.
Resep tradisional
a)      untuk gigitan lipan, dengan asam jawa yang digiling/ditumbuk lalu diterapkan pada yang etrgigit.
b)      untuk kalajengking, dengan menggunakan lada yang ditumbuk halus dan dicampur dengan minyak kelapa. Boboki pada luka dibalut.
Semut
jika semut masuk ketelinga jangan panic biarkan dahulu, nanti ditelinga terdengar gaduh dan sedikit nteri. Kemudian basahi dengan salah satu jari dengan air ludah, lalu oleskanjari tersebut di telinga belakang sebelah bawah tepat lekukannya. Lakukan sampai lima kali, semut tersebut nanti akan keluar sendiri.

CRUSTACEA ;
Sebangsa udang-udangan dan kepiting, dapat ditemukan dialiran air baik digunung, sungai, dan laut terutama daerah berbatu.

 PISCES ;
Bangsa ikan, banyak jenisnya dan dapat dimanfaatkan.

AMPHIBIA ;
Sebangsa katak, yang bisa dimakan adalah katak ijo/rana SP, bisa ditemukan didekat aliran air/daerah yang lembab keluarnya pada malam hari.

REPTILIA ;
Hewan melata, biasanya jenis ular yang bisa dimakan. Tapi hati-hati hewan ini berbahaya, jika akan menangkap ular perlu keahlian khusus, bisa juga dengan mengunakan tongkat yang tengahnya berlubang lalu dimasukkan seutas tali dilipat dua ujungnya dibuat lingkaran dari tali tersebut, lalu silingkaran dilingkarkan pada leher ular dan tariklah ujungnya sehingga menjerat ular tersebut. Cara memasaknya, tusuklah kepala ular tersebut sehingga terpanggang lalu buat sayatan melingkar disekitar leher, lalu tariklah kulit ular tersebut seperti melorotkan celana (cara ini juga berfungsi buat belut). Selanjutnya buang kepala isi dan tulangnya, lalu dipanggang/bakar.
Di Indonesia diperkirakan ada 400 jenis ular. Diantaranya yang termasuk ular berbisa ada 110 jenis. Ular berbisa tersebut kebanyakan hidup dilaut atau disekitar pantai, bersifat pasit dan jarang menggigit. Sedang yang hidup didarat sekitar 35 jenis.
Populasi ular berbisa ini sangat rendah sehingga ular tersebut banyak dikategorikan langka/jarang ditemukan. Meskipun ular-ular ini mempunyai kemampuan berkembang biak yang cukup besar. Ada yang dapat bertelur atau beranak puluhan ekor, tetapi setelah mengalami beberapa tahap, yang dapat hidup jumlahnya sedikit sekali.
Kalau kita mendengar ada orang yang mati karena ular, jangan langsung menuduh siular sebagai pengebabnya, karena kita tahu bahwa ular itu akan menggigit untuk membela dirinya. Entah karena terinjak , dipegang atau sarang dan telurnya ada yang mengganggu (terkecuali ular cobra). Banyak kasus yang terjadi justru disebabkan oleh rasa takut yang sangat dari para korban melihat ada ular didekatnya. rasa takut inilah yang biasanya mengebabkan kematian karena fungsi jantung yang tidak bekerja.
Data dari yoshikaru kawamura (1972), menunjukkan jumlah kasus gigitan ular sangat rendah. Ular paling banyak menggigit pada bulan mei, paling sedikit menggigit pada bulan oktober. Sedikitnya data yang diperoleh dari jumlah kasus gigitan ular diperkirakan karena korban yang digigit dapat dapat mengobati sendiri (secara tradisional) Atau korban tersebut tidak sempat melaporkan diri karena sudah meninggal. Ular pada umumnya aktif pada siang hari. Anggota badan yang paling banyak digigit adalah tungkai (51,9 %), kemudian jari kaki (11,6 %).
Ular yang paling banyak menyebabkan kematian antara lain ular tanah (agkistrodon), ular hijau (trimeresurus), dan ular anang, biludah.
Berdasar tipe gigi bisa, ular (serpentes) dikelompokkan menjadi empat golongan, yaitu :
1.      AGLYPHA, tak mempunyai gigi bisa, contohnya ular sanca, ular sawah (umumnya dari keluarga Colubridae).
2.      OPHISTOGLYPHA, mempunyai gigi bisa dibelakang, contohnya Ular cincin emas (Foiga dendrophila), Ular pucuk (Dryopys).
3.      PROTEROGLYPHA, mempunyai gigi bisa didepan yang efektif untuk menyalurkan bisa, contohnya Elapidae, Hydropidae.
4.      SOLENOGLYPHA, mempunyai gigi bisa didepan dan dapat dilipat, umumnya gigi bisanya besar, contohnya Crotalidae, Viperridae.
a. Macam Bisa
1.      Neurotoksin, yang diserang jaringan syaraf dan bersifat bertentanggan dengan transmisi rangsangan syaraf, dapat menyebabkan kelumpuhan alat pernafasan dan rusaknya jaringan syaraf.
2.      Hemotoksin, yang diserang darah dan peredarannya, dan dapat menguraikan protein, dapat menyebabkan sel darah rusak dan mengumpal.
3.      Kardiotoksin, yang diserang adalah otot jantung.
4.      Miksotoksin, yang diserang cairan dalam tubuh.

b. Penanggulangan Gigitan ular.
1.      Penderita diusahakan tidak banyak melakukan gerakan dan tidak panik.
2.      Luka atau gigitan dibersihkan.
3.      Torniquet digunakan untuk mencegah kemungkinan menjalarnya bisa  ke jantung. Torniquet diletakkan antara luka/gigitan dengan jantung (luka/gigitan didaerah anggota badan).
4.      Ular yang menggigit harus ditangkap dan diketahui jenisnya, bila berbisa dapat ditentukan jenis bisanya.
5.      Penderita dibawah ke Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

c. Obat yang biasa digunakan untuk menawarkan bisa ular:
1.      Aspirin untuk menghilangkan rasa sakit.
2.      Vitamin B kompleks dan Paracetamol untuk menghilangkan rasa nyeri dan panas.
3.      Antivenin Polypalent, merupakan serum anti bisa yang bersifat umum.
4.      Antivenin Taipan, obat untuk yang digigit ular taipan.
5.      Antivenin Brown Snake, obat untuk yang digigit ular nulga.
6.      Antivenin Papuan Blalk Snake untuk yang digigit ular hitam irian, dsb.
d. Jika tidak terdapat obat-obatan tersebut diatas dapat ditolong dengan membinasakan/mematikan bisanya yang ada pada luka tersebut yaitu :
1.    luka bakas gigitan tersebut secepat mungkin ( harus kurang dari 8 menit ) dibakar sampai luka bakar sedang. Pembakaran dapat dilakukan dengan korek api, bara api atau dengan obat-obatan yang sifatnya membakar seperti permangganas, kalikus, dan sebagainya.
2.    Lukanya lekas diobati dengan sebangsa lemak dan dibalut.
3.    Agar lebih aman secepatnya mendapatkan bantuan dokter.
4.    Cara ini agak beresiko, terutama bahaya kulit terbakar. Jika kurang menguasai lebih baik tidak. Lakukan apa saja yang mungkin bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama.
MAMALIA ;
Hewan menyusui, kelinci rusa, tikus (kecuali cecurut), biasanya hewan ini sangat lincah bergerak maka perlu membuat perangkap.

AVES ;
Bangsa burung, semua jenis burung bias dimakan kecuali gagak, elang, karena dagingnya tidak enak. Ayam hutan bisa ditangkap dengan menggunakan peranngkap.


                            




BAB III
P E N U T U P
A.      Kesimpulan
Berdasarkan analisis pengembangan Pada materi lingkungan hidup, terdapat spesifikasi mengenai bootani dan zoologi. Dapat disimpulkan bahwa:
Bootani adalah ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan, namun pada materi ini yang dibahas hanya yang berhubungan dengan kegiatan alam terbuka, yaitu bagaimana kita dapat memanfaatkan tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan kita, terutama pada keadaan survival.
Secara garis besar jenis tumbuhan dalam materi ini dapat dibedakan atas dua hal yaitu :
1.      Tumbuhan yang berguna (dapat dimakan, dipakai sebagai obat, mangandung air dll).
2.    Tumbuhan yang berbahaya (beracun).
Sedangkan, Zoologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hewan, yang dikhususkan bagi kegiatan alam terbuka dan para penggiat alam tentang cara bertahan hidup dengan pemanfaatan hewan baik dari perilaku hewan, habitat maupun jenisnya.

B.       Saran
Sesuai hasil analisis pengembangan materi Lingkungan hidup, maka secara spesifikasi penulis menyumbangkan saran-saran sebagai bahan pertimbangan yaitu sebagai berikut :
1.      Walaupun sebagai penggiat alam terbuka khususnya, kita juga harus menananamkan sikat kepedulian bukan hanya bisa memanfaatkannya  saja.
2.      Diharapkan kepada penulis selanjutnya yang berminta untuk mengambil permasalahan yang sama, kiranya dapat mengambil permasalahan yang berkaitan dengan kepedulian terhadap pemanfaatan Bootani dan Zoologi oleh para penggiat alam atau pecinta alam. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar